Ling Mei mengatur napasnya, dia merasa tidak punya pilihan lain. Dia harus fokus terlebih dahulu dengan dua mahluk di depannya. Ling Mei bisa merasakan, dua binatang iblis didepannya ini memiliki ranah yang sama dengannya, artinya mereka lebih kuat, jadi dia harus mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya.

Dia mulai merasakan aliran qi emas hitam mengalir melalui tubuhnya, mempersiapkan diri untuk menghadapi monster-monster mengerikan di depannya. Setiap detak jantungnya bergetar dengan energi kultivasi yang semakin kuat, memancarkan aura keberanian yang membara.

"Golden Abyss Palm!" teriaknya, meluncurkan serangan pertama. Gelombang energi emas hitam berpadu dengan kekuatan yang menggetarkan, meluncur ke arah makhluk raksasa itu. Energi itu menghantam tanah dengan guncangan yang menggetarkan, menciptakan kepulan debu yang membubung tinggi.

Makhluk itu bersorak marah, ekornya melibas ke arah gelombang serangan Ling Mei. Namun, dengan lincah, dia melompat ke samping, menghindari serangan itu sambil mengumpulkan qi di jari-jarinya. "Nine Heavens Void Step!" ujarnya, tubuhnya melesat dengan kecepatan angin, bergerak seperti bayangan yang tak tertangkap.

Di balik batu besar, Yin Yue mengamati dengan senyuman licik terlukis di wajahnya. Melihat kedua penjaga formasi sudah mulai fokus ke Ling Mei, dia tahu bahwa ini adalah saat yang tepat untuk bertindak. "Saatnya menjalankan rencanaku," desisnya, mengaktifkan artefak teleportasinya.

Ling Mei, berjuang melawan ketakutannya, terus melancarkan serangan bertubi-tubi. Dengan semangat yang membara, dia mempersiapkan jurus terkuatnya. "Void Cleaving Slash!" Dengan penuh konsentrasi, dia menyalurkan kekuatan ke pedangnya, mengayunkan energi pedang yang memancarkan cahaya cemerlang, menyerang musuh dengan kekuatan yang luar biasa. Energi pedang itu meluncur deras, membelah angin dan menyerang makhluk itu dengan kekuatan yang menghancurkan.

Namun, saat jurus itu mengenai makhluk raksasa, Yin Yue segera keluar dari persembunyiannya. Dengan cepat, dia menggunakan artefak teleportasi yang bersinar lembut, mengaktifkan kekuatannya untuk mengirim Ling Mei dan kedua makhluk iblis menjauh dari tempat tersebut. "Pergilah kalian dari sini. Tidak ada yang boleh menghentikan rencanaku!" teriaknya dengan senyum jahat.

SWOOSH!

Sebuah cahaya teleportasi menyelimuti tubuh Ling Mei dan kedua binatang iblis itu.

"Tunggu, kau—?!"

FLASH!

Dalam sekejap, Ling Mei dan dua binatang iblis itu menghilang, meninggalkan Yin Yue yang tersenyum puas.

Tanpa membuang waktu, Yin Yue melangkah ke dalam pintu formasi menuju lapisan berikutnya, meninggalkan Ling Mei menghadapi kematian.

Ling Mei terjatuh di tanah yang tandus. Begitu ia bangkit, matanya segera menangkap dua bayangan raksasa di hadapannya.

Dua binatang iblis itu berdiri di kejauhan, mata merah mereka menatapnya dengan haus darah yang tak terbendung.

Tanduk-tanduk hitam di tubuh mereka berdenyut seperti merespons energi iblis di udara, sementara sisik mereka memantulkan kilauan gelap yang mengancam. Mereka terlihat sangat marah karena tiba-tiba berada ditempat yang asing. Dengan segera kemarahan mereka di arahkan ke Ling Mei.

"Ternyata itu yang dia rencanakan sebenarnya. Sengaja menjadikanku umpan agar dia bisa memasuki pintu formasi. Berarti dengan cara ini juga dia memindahkan Xiao Ling." Batin Ling Mei.

Namun, ia tidak punya waktu untuk berpikir lebih jauh—

BOOOOM!

Salah satu binatang iblis menerjang dengan kecepatan mengerikan!

Ling Mei melompat ke samping, menghindari serangan cakar raksasa yang mencabik udara. Tapi sebelum ia bisa menyerang balik,

WUSH!

Ekor panjang yang dipenuhi duri tajam melesat ke arahnya seperti cambuk maut!

CRAAACK!

Ling Mei berhasil mengangkat pedangnya untuk menangkis, tapi benturan itu begitu kuat hingga ia terlempar puluhan meter, tubuhnya menghantam batu besar.

Darah menetes dari sudut bibirnya.

"Aku tak bisa mati di sini…!"

Dengan sisa kekuatan, ia menyalurkan qi emas hitamnya, mengayunkan pedangnya dalam satu serangan terakhir.

"VOID CLEAVING SLASH!"

Cahaya tajam membelah udara, menghantam dua binatang iblis dengan kekuatan luar biasa.

Namun,

BOOOM!

Ledakan besar terjadi, debu beterbangan ke segala arah.

Saat debu menghilang… kedua binatang iblis masih berdiri.

Tak terluka.

Mata Ling Mei membelalak. "Tidak mungkin…"

Sebelum ia sempat bereaksi, satu ekor iblis menyabetnya dengan ekornya.

BANG!

"Xiao Ling..." Ling Mei merasakan dunia berputar, lalu...

Gelap.

Ia pingsan setelah menyebut nama Xiao Ling.

Saat tubuhnya terjatuh, salah satu binatang iblis mengangkat cakarnya yang besar, siap menghabisinya dalam satu serangan.

Namun sebelum cakar itu bisa menyentuhnya,

BOOOM!

Sebuah ledakan dahsyat menghantam tubuh binatang iblis itu dan menghabisinya.

Dari balik kepulan debu dan serpihan batu, seorang pemuda muncul.

Lynx.

Mata Lynx memancarkan cahaya dingin saat ia menatap binatang iblis yang tersisa.

Tanpa berkata sepatah kata pun, ia melangkah maju.

Binatang iblis meraung, mengibaskan ekornya yang dipenuhi duri tajam ke arah Lynx.

Namun, Lynx hanya mengangkat tangannya.

CRACK!

Dalam satu hentakan, ekor itu hancur berkeping-keping.

Binatang iblis itu meraung kesakitan, tetapi Lynx tak memberi kesempatan.

Lynx melompat dan meninju tubuh makhluk itu.

BOOOOM!

Pukulan keras menghantam tubuh binatang iblis itu dengan kekuatan yang menghancurkan tubuhnya dalam sekejap.

Lynx segera menemui Ling Mei masih tergeletak di tanah, tak sadarkan diri.

Lynx berjongkok, menatapnya sejenak.

"Untunglah aku datang tepat waktu."

Dengan satu tangan, ia mengangkat tubuh Ling Mei dengan lembut.

Lynx bergerak cepat melewati tanah yang retak dan penuh dengan kabut hitam kehijauan. Matanya tajam menelusuri setiap sudut, mencari tempat yang cukup aman untuk bersembunyi dan beristirahat. Setelah beberapa saat, ia menemukan sebuah reruntuhan bangunan batu yang sebagian besar telah runtuh. Di antara celah batu-batu besar, ada ruang sempit yang cukup untuk berlindung.

Tanpa ragu, ia membawa Ling Mei ke dalamnya.

Dengan hati-hati, ia meletakkan Ling Mei di atas permukaan yang relatif rata. Napas gadis itu masih lemah, tubuhnya dipenuhi luka akibat pertempuran sengit sebelumnya. Beberapa goresan dalam terlihat di bahunya, sementara noda darah mengering di lengan dan kakinya.

Lynx berjongkok di sampingnya, mengamati wajah Ling Mei yang masih pucat.

Tanpa membuang waktu, ia meletakkan telapak tangannya di atas dada Ling Mei, tepat di atas jantungnya, lalu mulai menyalurkan energinya. Cahaya keemasan samar merembes dari tangannya, mengalir ke tubuh Ling Mei seperti aliran air hangat.

Perlahan, energi itu meresap ke dalam meridian Ling Mei, memperbaiki aliran qi-nya yang kacau, menyembuhkan luka-luka internal akibat benturan keras. Beberapa luka luar yang lebih kecil mulai menutup dengan sendirinya.

Lynx tetap diam, fokus pada proses penyembuhan.

Namun, semakin lama ia menatap wajah Ling Mei, semakin banyak pikirannya yang bergejolak.

Jari-jarinya, hampir tanpa sadar, bergerak perlahan mengelus pipi gadis itu.

Dalam hatinya, ia bergumam, "Semoga saja memang kamu adalah Leena."

Sebuah harapan yang belum berani ia ucapkan dengan lantang.

Setelah beberapa saat, warna wajah Ling Mei perlahan kembali normal. Napasnya mulai stabil, tubuhnya tidak lagi menegang seperti sebelumnya. Lynx menghela napas pelan dan menarik kembali tangannya.

Ia membiarkan Ling Mei beristirahat lebih lama sementara dirinya duduk bersandar ke dinding batu, menjaga keadaan sekitar.

Beberapa waktu berlalu dalam kesunyian.

Dunia yang sebelumnya gelap gulita perlahan berubah. Awalnya, kabut hitam kehijauan masih tebal dan menyesakkan, tetapi seiring waktu, ada sesuatu yang aneh terjadi.

Dunia kecil ini… menjadi lebih terang.

Lynx membuka matanya dan bangkit perlahan, lalu melangkah keluar dari reruntuhan untuk memeriksa keadaan.

Matanya menyipit, mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

Tidak ada matahari di langit. Tidak ada sumber cahaya yang jelas. Namun, dunia yang sebelumnya gelap pekat, di mana mereka bahkan harus menggunakan kekuatan persepsi mereka untuk melihat dalam jangkauan pendek, kini tampak lebih terang.

Cahaya samar menyelimuti tempat ini, menciptakan bayangan aneh di antara reruntuhan dan pepohonan yang mati.

Lynx berdiri diam, mencoba merasakan perubahan energi di sekitarnya. Namun, energi iblis masih mendominasi, meskipun terasa sedikit lebih terkendali dibandingkan sebelumnya.

"Ternyata setiap dunia kecil memiliki aturannya sendiri. Siapa orang yang mampu membuatnya.? gumamnya pelan setelah menggali ingatan leluhur Xiao Tang.

Namun, sebelum ia bisa berpikir lebih jauh, suara lirih dari dalam reruntuhan menarik perhatiannya.

